|
![]() All of my life Where have you been I wonder if I'll ever see you again And if that day comes I know we could win I wonder if I'll ever see you again Jika ada rasa sakit yang melebihi rasa sakit apapun di dunia ini, inilah rasa itu. Bagaimana aku sanggup jika lagu itu terus didendangkan di supermarket ini? Tanganku bergetar, pikiranku menerawang. Saat aku dan dia duduk di rerumputan dan keremangan malam, terdengar sayup-sayup suara lagu itu dari dalam mobilnya. Lagu Lenny Kravitz favorite-nya. Ia menyentuh tanganku dengan lembut dan satu tangannya lagi menyentuh pipiku, matanya menatap mataku. Kami saling mencintai, itu cukup terlihat dari tatapan mata kami. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajahku, itulah ciuman pertamaku. Merasakan. Tak sadar aku telah menjatuhkan minuman kaleng yang sedang kupegang dan air mataku menetes.. Cepat-cepat kuhapus air mata itu. All of my life Where have you been I wonder if I'll ever see you again? Cukup sudah! Aku meninggalkan keranjangku dan berlari sekuat tenaga menuju keluar supermarket itu. Terus dan terus..aku tak menghentikan lariku menuju mobilku. Tanganku bergetar ketika hendak memasukkan kunci mobil. Kuncinya tidak mau masuk! Ayo terbukalah? Air mata sudah mulai berbayang lagi dipelupuk mataku. Akhirnya pintu mobil terbuka juga. Kusandarkan tubuhku di jok mobil, menutup mataku hingga air mataku terdorong. Kutarik nafas dalam-dalam. Sampai kapan aku akan begini? Sampai kapan? Aku bernafas tapi aku sudah mati Aku punya hati tapi tak lagi merasakan Aku berjalan tapi tidak pernah sampai Aku tidak lagi sama, Aku sudah mati. Sudah 1 bulan aku mengurung diriku terus di dalam kamar, aku tidak mau bersosialisasi lagi dengan siapapun. Aku merasa tidak ada seorangpun yang bisa mengerti posisiku, takkan pernah ada yang bisa merasakan apa yang ada di dalamku. Tapi aku tahu kalau aku terus mengurung diri di dalam sini aku bisa gila. GILA! Setidaknya aku harus melakukan sesuatu untuk diriku sendiri. Aku tidak bisa terus mengharapkan dirinya mau kembali denganku. Kurasa semua sudah jelas, tapi mengapa hatiku tidak mau menerima kejelasan itu? Aku mengutuk hatiku yang bebal. Oh, Tuhan mengapa aku terlalu mencintainya?Andaikan Kau membuat hati manusia tidak serumit dan sedalam ini, aku memang hamba-Mu yang paling tidak tahu diri, tidak bisa mengurus hatinya sendiri..lemah, aku lemah, Tuhan.. Jadi apa yang akan aku lakukan sekarang? menutup semua tirai dan menangisinya terus menerus tidak membantuku sama sekali. Aku mau ke perpustakaan, membaca sesuatu yang mungkin bisa menghilangkan pikiran sakit itu sesaat saja, hanya sesaat saja kumohon... Dan disinilah semuanya bermula, andai aku tahu bahwa hidup tidak bisa lebih rumit lagi dari hal ini, mungkin aku sebaiknya tidak pernah pergi ke perpustakaan itu. Tapi aku pergi. Aku suka sastra. Jadi kupilih buku favorite-ku, Shakespeare, Romeo and Juliet. Setidaknya mereka mati dalam keadaan masih saling mencintai, sampai di nirwana tidak perlu merasa sakit lagi seperti diriku. Andai aku juga langsung mati saja sebelum berpisah dengannya... Aku duduk di sebuah meja di pojokkan, kubuka lembaran pertama itu. Tak lama kemudian aku terhanyut oleh cerita itu, aku sudah tahu jalan ceritanya akan seperti apa, tapi aku tetap terkesima. ? Romeo, Romeo! wherefore art thou Romeo? Deny thy father and refuse thy name; Or, if thou wilt not, be but sworn my love, And I'll no longer be a Capulet. Setelah membaca frase itu aku terhenyak. Seharusnya ia berani seperti Romeo! Menentang keluarganya demi Juliet-nya. Rasa panas mengaliri hatiku, naik terus hingga keatas ke kepalaku. Sakit. Perih. Hancur. Dan mungkin sekarang sudah mulai bernanah. permisi, mbak. Mbak menangis? Pertanyaan atau penyataan. Kuusap air mataku. Kulihat ada seorang pria jangkung berdiri di depan mejaku sambil memegang buku. Matanya! Aku seperti terhipnotis ketika melihat matanya dan jantungku berdebar cukup keras. "Oh, gak apa-apa...cuma terharu sama buku ini..padahal sudah dibaca berkali-kali... mulutku tiba-tiba terus berbicara kepada orang asing ini. Pria itu tersenyum, boleh saya duduk disini?" "Silakan." "Dalam sekali, ya makna ceritanya buat kamu?" "Too deep..." hampir saja aku menangis lagi. "Richard Romeo? Aku terbelalak mendengar namanya. Ia hanya tersenyum sambil menyodorkan tangannya. ?utri? Seperti kukatakan tadi, disitulah semua bermula? Richard, kini menjadi Romeoku. Ia sangat memperhatikan dan mencintaiku. Hingga 2 bulan sudah ia berhasil menaklukan semua keraguanku. Ia tahu semuanya tentangku dan tentang-nya yang sudah berlalu itu? Ia sudah melihatku menangisi masa lalu, ia sudah melihatku termenung bagai mayat hidup, ia sudah melihatku menangis dan menangis lagi. Romeo. Begitu tulus mencintai wanita rapuh sepertiku. Ketika kutanyakan padanya, "mengapa kamu mau mencintai wanita yang masih terbelenggu sepertiku? Kamu tidak akan bahagia, percayalah." "Mengapa kamu yang begitu yakin, Put? Apa matamu bisa menembus hatiku? Ataukah kamu bisa membaca ramalan nasibku?"jawabnya sambil tersenyum, kutatap matanya. Itulah..matanya...ya, Tuhan, berdosakah aku? Aku menggelengkan kepalaku. "Mataku hanya bisa melihat sejauh permukaan tubuh dan aku juga bukan peramal, aku suka matamu.." kataku tak tahan lagi mengatakan itu. "Sudah kamu katakan berulang-ulang, sayang" "Matamu begitu damai...aku..aku bisa terus menatapmu berjam-jam tanpa harus berkedip kalau kamu mau." Godaku sambil terus menatap matanya. "Aku tidak mau, matamu akan kering, kamu akan sakit mata dan aku tentunya akan salah tingkah kamu lihatin terus." Senyumnya membuat mata itu sedikit menyipit. "Aku cinta kamu, Romeo."masih tak melepaskan tatapan mataku padanya. "Aku juga cinta kamu, Putri." Ia memelukku erat. Maafkan aku Romeo... Malam ini masih kutatap fotonya. Kamu membuatku gila, Jo..mengapa setelah kamu tinggalkan, aku masih saja mencari-carimu? Tidakkah kamu tahu setiap malam mimpiku adalah mengejar bayang-bayangmu? Atau mengingat semua kenangan kita namun ternyata angin menghapus semua ingatanku. Saat itulah aku harus terbangun dari mimpiku, karena aku tiba-tiba ketakutan tidak bisa menerima semua kenyataan itu. Pahit, Jo. Tapi ingatkah kamu saat kamu dan aku berbaring di kamar ini saling berpelukan, kamu menyanyikan Lullaby hingga aku terlelap baru kamu pergi menyelinap. Kamu sering memanjakanku seperti itu. Saat aku mencubiti pipimu ketika kamu mengatakan aku terlalu cerewet. Saat kamu menyisiri rambutku hingga mataku terpejam merasakan belaian sisir ditanganmu. Saat kamu tertawa ketika aku mengeluarkan latahku. Saat kamu berpura-pura mengatakan Fetuccini Hot spice buatanku enak padahal wajahmu sudah memerah kepedasan. Saat kita menciptakan nama-nama bayi kita di masa depan, kelak kita menikah dan memiliki sebuah keluarga bahagia. Saat kamu menciumku dengan mesra di setiap mengantarku pulang. Saat kamu mencuri-curi ciuman di sela-sela aku berbicara serius kepadamu. Saat kamu memberiku seikat bunga dan mengajakku berdansa dengan lagu ini, kita berdendang bersama sambil berpelukan dan tersenyum? You know I can? smile without you? I can? smile without you I can? laugh and I can? sleep I don? even talk to people I mean And l feel sad when you’re sad I feel glad when you’re glad You must know what I’m going through I just can’t smile without you? Ah, Jo..kamu tahu aku meneteskan mata saat aku menyanyikan lagu ini kembali sebab itulah yang kurasakan sejak kehilangan dirimu. Saat kamu tak sanggup lagi memilikiku karena ternyata jodohmu sudah ditentukan orang tuamu, saat kamu mengatakan tidak mungkin melawan kehendak orang tuamu dan ingatkah kamu saat aku menangis, menjerit-jerit memukuli tubuhmu, aku tidak bisa menerima semua itu. Kamu hanya pasrah berusaha memelukku sambil terus memanggil-manggil namaku. Tapi itu tidak membantuku, kamu tau itu? Kamu jahat Jo, kalau tahu kita akan begini mengapa kamu ciptakan hubungan yang begitu indah? Mengapa kamu membawaku ke awang-awang dan menghempaskanku begitu dalam di bawah sana. Sakit, Jo, sakit. Apa kamu merasakan hal yang sama denganku atau kamu sudah bahagia disana? Dalam hatiku aku bersyukur, Jo, kamu tidak berada di kota yang sama denganku lagi. Kalau tidak, mungkin aku akan datang ke tempatmu dan sembah sujud dihadapan orang tuamu, mengemis agar anaknya diberikan untukku. Atau aku akan menghancurkan pesta pernikahanmu dengan tanganku sendiri. Aku sanggup, Jo! Aku ini memang lemah namun di dalam jiwaku ada tenaga yang begitu besar untuk terus berusaha memilikimu. Dan ini membuatku takut. Jo, I wonder if I'll ever see you again Pintu kamarku tiba-tiba terbuka. “Put? Kenapa gelap begini?” lampu kamarku tiba-tiba dinyalakan oleh Romeo. Aku kaget sekali, buru-buru kuselipkan foto Jo dibalik selimut. Terlambat! mata Romeo sudah melihat semua gerakanku. Aku menatapnya dengan wajah penuh air mata yang tadi kudedikasikan untuk seorang Jo dari masa lalu. ”Putri?” Aku menatapnya waspada. ”Putri kamu menangis lagi? Kamu sudah janji gak akan nangis lagi kan?” ia dengan gesit berjalan ke arah kasurku, menarik selimut itu dan merampas foto Jo dariku. Pandangan Romeo ke foto itu cukup jelas menyiratkan bahwa ia terluka. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menangis lagi. Aku telah melukai Romeo padahal aku telah berjanji untuk tidak berlarut-larut dengan masalah ini, tapi aku berbohong. Aku berdiri dari kasurku. “Sampai kapan, Put? sampai kapan?” Romeo menguncang-guncang tubuhku. Air mataku mengalir lagi. Kemudian Romeo mengangkat foto itu di depan mataku dan merobek-robeknya. “JANGAN!” aku berusaha merebutnya tapi ia tidak membiarkanku, wajahnya terlihat makin terluka dengan sikapku ini. Jo-ku sudah dirobek-robeknya, sakit hati ini tapi ini juga tidak adil untuknya. ”Kita sampai disini saja, Rom.” suaraku bergetar menahan emosi yang bercampur aduk ini. Romeo tampak sangat terkejut. “Kenapa tidak kamu katakan sejak dulu?” Kata-kata itu begitu lirih. Aku membungkam. Aku tidak pantas lagi untuknya. Aku tidak berperasaan. “Kenapa tidak pernah kamu bilang bahwa melupakannya adalah tidak mungkin?!” “Kenapa semua yang sudah aku beri sama kamu itu tidak bisa juga membuat kamu menyadarinya bahwa kamu masih punya orang lain yang bisa memberikan cinta itu selamanya..SELAMANYA! Kamu tahu kan aku cinta mati sama kamu? Kamu tahu, Put, aku tidak akan pernah memperlakukanmu seperti Jo itu! Kamu bisa melihat semua perhatianku padamu tapi hatimu buta! Kenapa, Put!?” ”Karena matamu!” Jo bingung dengan jawabanku. “Karena matamu, Rom. Matamu..matamu adalah mata Jo…” Aku menangis terisak-isak sambil menatap matanya dibalik genangan air mata ini. Romeo tampak lebih terpukul lagi. Matanya memang mirip mata Jo, itulah yang membuatku luluh terhadapnya, walau kuakui selama ini ia memperlakukanku begitu hormat, begitu lembut, begitu gentleman, ia tahu aku masih terjebak masa lalu ketika memulai hubungan serius dengannya, tapi Romeo begitu tangguh, ia berani menerimaku apa adanya. Pria lain mungkin takkan tahan. Tiga bulan lewat, aku berjanji tidak akan menangis lagi ataupun mengingat-ngingat masa laluku lagi, tapi kini aku kalah lagi oleh bayang-bayang Jo. Terkadang aku ingin memutuskan hubungan dengan Romeo, tapi mata Romeo mirip sekali dengan Jo, aku tak sanggup. Aku pantas diperlakukan seperti sampah oleh Romeo saat ini dan aku siap. ”Maka dari itu aku minta putus, aku gak layak lagi buatmu, Rom, aku bukan Juliet, selama ini aku berpura-pura menjadi Juliet karena aku berharap agar aku bisa mati sepertinya dan tidak usah merasakan sakit ini lagi. Aku gak sanggup lagi dihantui masa laluku, aku sudah mencoba menghentikannya, tapi mereka terus datang seperti pernah kukatakan padamu, Rom?It’s too deep, you can’t see it, but I still feel it.” “And it will kill you someday, but, look at me! I dont want you to die.” “Percuma Rom, tinggalkan saja aku! Tinggalkan! aku sudah hancur, aku tidak akan kembali seperti dulu lagi, kalau aku ini guci, maka guci itu sebenarnya sudah hancur berkeping-keping, kamu mencoba menyatukannya kembali, tapi tetap guci itu tidak indah lagi, kamu akan bosan dan melupakannya dengan cepat. Carilah guci yang masih utuh, Rom..” Tapi Romeo malah berlutut didepanku, memelukku, kepalanya disandarkan keperutku. “Kalau gucci itu sudah retak, aku akan menghancurkannya dan membentuknya lagi menjadi gucci yang baru. Aku akan menghancurkan bayang-bayang Jo di hatimu dan kamu akan merasakan cinta yang baru denganku.” Ia mengatakan hal itu seolah-olah dirinya sudah bertekad takkan menyerah dariku. Romeo, oh, Romeo, kamu memang Romeo yang sesungguhnya seperti di dalam buku Shakespeare, kamu tidak mundur selangkah-pun, tidak seperti Jo. Kulihat Romeo meneteskan air matanya. ”Putri Aswanti, cintaku terlalu dalam, lebih dalam dari lukamu, kamu tidak percaya? Kalau tidak, mengapa aku belum juga menyerah terhadapmu saat ini? Aku tahu kamu bisa merasakan cintaku, Put, karena ia selalu mengalirimu seperti saat ini juga” Air mata Romeo merembes kebajuku. ”Kamu tidak mau menyerah, Romeo?” suaraku bergetar. “Romeo juga mati ketika tahu Juliet-nya mati.” “Jadi kalau aku mati, kamu juga mati?” Romeo bangkit dari berlututnya, tangannya memegang kedua pipiku. “Klise. Biarlah kamu mati namun aku yang akan menghidupkanmu kembali menjadi Putriku…Putriku seorang” Dan bibir lembut Romeo menyentuh bibirku, terasa hangat. Aku ingin mengalir bersama cinta Romeo yang berjanji akan menghidupkanku kembali. No more ’I wonder if I'll ever see you again’… |
| jon January 24, 2006 10:21 PM PST good.. | ||
| K. Atmojo September 12, 2005 10:59 PM PDT Vierna, Saya sudah baca. Oke juga. Ini pengalaman pribadi ya? He..he..he.. K. Atmojo | ||
| Name September 23, 2004 10:33 AM PDT Nice story vierz.. keep it up. :) Kapan nich bikin2 story kayak gini lagi? | ||
| gita September 19, 2004 06:16 PM PDT i love the way you write down your story here. and I keep wondering why didn't you updated this blog continuously ?i look forward for your new things...bye | ||
| si imey chubby August 2, 2004 04:38 PM PDT bagus bgt ^__^ spic les T__T | ||
| daniel nan cupu August 2, 2004 03:57 PM PDT first, cerpen elu bener2 bagus. i really2 like it. keep up the good work. btw, also visit mine's: http://dijimek.blogspot.com http://goresanpenasicupu.blogspot.com nice to know you!! | ||
| dorita August 2, 2004 03:42 PM PDT Aloha..! thanks for dropping by yaa.. gw baru baca cerpen lo.. duuh.. an awesome piece.. no wonder some think that it's a real story.. ! | ||
| radith July 28, 2004 11:33 PM PDT hoa babe, bagus sih, but i guezz u are showing, not telling hehehe.. but who i am anyway? ;) | ||
| arb3i July 27, 2004 06:06 AM PDT menarik :) kalo buat cerita lagi, kasi tau yachh :) ----- jazzholic.com | ||
| Shierly July 26, 2004 09:30 PM PDT Bagus banget lho alur cerita-nya Vierz...mmm "angkat jempol dech" :-)... Jadi ngga tahan nich, bagi tisue yak ;-)...Tapi bener loh Vierz, touching banget :-( :-)) | ||
| ky July 26, 2004 04:15 PM PDT halo vierz, akasih udah mau mampir. salam kenal balik ya. ceritanya sedih euy. | ||
| dewdrop July 26, 2004 11:47 AM PDT i'm not a critic or something.. tp..agak kurang menyajikan something yang new sih.. sm deskripsi perasaan krg di explore lagi.. n characters.. better make them interesting.. dont depend on a good story to tell a story.. | ||
| diKi July 26, 2004 12:44 AM PDT keren, kepahitan dan keindahan cinta dialirkan bergantian secara cepat dalam kemasan romantis, two thumbs up yaks ^_^ | ||
| puty July 25, 2004 06:05 PM PDT wah, vierz mo nyaingin jk rowling rupanya! hihihi... :D *maapkeun ga nyambung* | ||
| flea July 25, 2004 01:57 PM PDT bagus vierz....i like it....inspiring...udah ada versi hard covernya belom?... | ||
| Bellissima July 24, 2004 03:49 AM PDT aku print dulu and aku baca di rumah yah sis :D biar lebih enjoy... i'm sure you've done a wonderful job!!! | ||
| Luigi July 24, 2004 02:55 AM PDT Things like you (might) experience might be your test case as you are (and will be replaced) by something/someone is more worthwhile the pain and suffering...dear, sabar-sabar yah! keep walking.... si idung pesek itu menunggu mu di ujung tikungan... Salam hangat dari Accra! | ||
| avid July 23, 2004 08:42 PM PDT haloo.... | ||
| pepey July 23, 2004 07:22 PM PDT haiiiiiiiii vierz pakabar na heaihea | ||
| bottie July 23, 2004 06:53 PM PDT koq ta' update2 :D ... met weekend yaaa.... | ||
| jaim July 22, 2004 02:14 PM PDT hhhhhh... akhirnya selesai jg dibaca semalem vierz.. tau ndak, krn panjang, aye print trus dibaca sblm bobo.. maaf ya... btw bagus loh vierz. jadi inget imel dari tmn sy cerita tentang kalung... tuhan mungkin mengambil sesuatu yang sangat kita sayangi, tapi pernahkah terpikir bahwa tuhan udah memberikan pengganti yang bahkan lebih baik dari apa yg pernah kita punyai sebelumnya. | ||
| ojit July 22, 2004 07:49 AM PDT wahh ceritanya menyentuh bangetttttttttttt | ||
| Indieeee July 22, 2004 04:21 AM PDT Waaa.. ceritanyaaaa.. menyentuh skaliii.. | ||
| cta July 21, 2004 04:34 PM PDT ampirrrrr mirip cerpen cta..beda ending doang..huahsuahsuahsua..mau tukeran???ajarin cta jadi penulis dooongggg......plisssssss | ||
| emily July 21, 2004 12:44 PM PDT bagus vierz! i enjoyed reading this :) | ||
| patzieee yippiieee July 20, 2004 09:28 PM PDT huaa panjangggg!! yet so magnificent!! keep on writing man :D salam kenal ^^ | ||
| deviucing July 20, 2004 07:06 PM PDT curiganya pengalaman pribados neh.. huhu.. tapi devi udah sering ngalamin ginian (putus trus desperate banget curiga ga akan bisa nglupain eh akhirnya jatuh cinta juga akhrinya) and so on and so on trus berulang ulang.. cape, bosen.. mudah2in ini yg terakhir.. aminn.. | ||
| bocah July 20, 2004 01:04 PM PDT ladiehhh..gw lagi iseng2 ga ada kerjaan trus baca cerpen lo ini ..top habis deh gurl...:D:P terharu deh gw...:D:P | ||
| ydouglas July 20, 2004 12:36 PM PDT Jeng.. ini karangan apa betulan ya?? kok mirip true story ya.... | ||
| bottie July 20, 2004 11:00 AM PDT Trully,... sastrawan :) two thumbs up | ||
| konnyaku July 19, 2004 01:39 AM PDT Ceritanya keren T_T ujan2 lagi bacanya >.< | ||
| phie July 18, 2004 09:06 PM PDT vierzzzzzz!!!!! Gue kirain true story! Gue ampir mati keabisan air mata *boong banget dah hehe* TOB ABEZZ dah vierz, saluut... ;) | ||
| sireum July 18, 2004 08:36 PM PDT jadi ini tokh gayanya vierz kalo bikin cerpen? asyik juga! hemm... novelnya seromantis ini juga ngga? apa lebih romantis?? *gak sabar* | ||
| alid July 18, 2004 02:03 PM PDT ..adohh.. slurrpp.. *nyeka aer mata <<jayus*.. tapi emang ini cerpen elu perfect banget.. gaya penulisannya.. ga ada cacat sama sekali.. ceritanya romantis.. terharu gua bacanya..hikz.. | ||
| princess July 18, 2004 12:44 PM PDT Ohh Vierrzz... sooo incredible!! Gw ampe berkaca-kaca gini deh bacanya. Jadi inget someone out there.. Vierz, kirim cerita ini deeh.. KEREN BANGEETTT!! Gaya bhsnya KEREEENN! Oh tuh kan gw tambah kagum deh ama loe.. :)) | ||
| poetra July 18, 2004 06:32 AM PDT haduw mak, postingannya panjang sekaleee... salam kenal aja dulu deh, bacanya ntar :D | ||
| hiccup July 18, 2004 01:33 AM PDT waaa keren!! bagus loh.. bikiin makin ga sabar aja baca novel loe vierz! :) | ||
| andreworld July 18, 2004 01:25 AM PDT anak TeBe (tarbak -red) emang keren-keren, ada yg jd penulis , ada dj , ada esmud , ada juga yang masih nganggur tiap malem nangkring di samping trus mabok huehehe...cerita mu ini,,,gimana ya? damn I like it,,,btw kapan novelmu keluar...ntar klo gw beli minta tandatangan yah.....btw gw jg di SOSI p yg antapani | ||
| vierz July 17, 2004 05:55 PM PDT weks...iya ya? sowwy2 soale gue emang ceroboh seh huhu...udah gw betulin tuh :D | ||
| Dendy 'ade' July 17, 2004 05:47 PM PDT Hmm, too good to be true.. tapi ya namanya jg cerita.. Vierz, ati ati pake penggunaan kata gantinya.. Jo ama Ro jgn kebalik (ato sengaja?).. bisa bikin orang down bacanya.. ANYWAY.. Bagus.. ehm, gw kaya gitu lho.. hihihi... | ||
| cenil July 17, 2004 03:21 PM PDT *hikssss* kok gw jadi terharu baca crita ini sih...mirip kayak gw :(( wUahhh..... | ||
| L3L1 July 17, 2004 11:37 AM PDT Yaa udah abis. Huehehe pendek ya? Bikin yg panjangan vier.. Kan msh bs dikembangkan critanya.. Style lu bercerita bagus n enak. Cuman di adegan robek photo ada salah nama tuh, harusnya romeo yg robek photo bukan jo. Bener ngak? Walopun kecil, tp kan penting jg tuh... | ||
| aldi July 16, 2004 09:50 PM PDT wah baru tau ada blog prosanya Vierz .. entar bikin blog fitnessnya yah =P eh SOSI mana? wah Romeo-nya ga posesif yah?? BILA KAU MATI KU JUGA MATI ^^ | ||
| -inex- July 16, 2004 06:22 PM PDT Hix hix hix.. koQ sorrow sekali T_T.. aduh terharu banget sih gw ama romeonya T_T... | ||
| Keketz July 16, 2004 06:20 PM PDT What a short, simple but deeply touching story! You're so talented hun, even a short one can be as good as this to read! I'm so proud of you..and that you picked eyes as the main object, i completely agree, cuz eyes picture everything we feel inside.. and yes, i love your eyes.. *hugs* | ||
| Leave a Comment: |